Cara Waterproofing Rumah Beton
Konstruksi

Langkah dan Cara Waterproofing Rumah Beton

Membangun rumah beton tak cukup dengan cara memakai bahan-bahan bangunan yang berkualitas saja, tetapi juga harus dirawat agar beton bertahan lebih lama. Salah satu caranya adalah dengan waterproofing. Umumnya sih, rumah yang terbuat dari beton tidak membutuhkan waterproofing sebanyak rumah yang dibangun dengan struktur lain. Bagian-bagian yang harus diwaterproofing juga area tertentu, seperti bukaan jendela atau pintu, retakan, serta sambungan beton. Adapun cara dan langkah waterproofing rumah beton adalah sebagai berikut.

Menentukan Bagian Beton yang Harus Menggunakan Waterproof

Cara Waterproofing Rumah Beton

Rumah beton sendiri sebenarnya sudah sangat kokoh karena lebih tahan air jika dibandingkan dengan konstruksi lain. Akan tetapi, jika memang mau lebih tahan lama, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan orang yang membuka jasa waterproofing atau kontraktor terpercaya. Mereka mungkin saja hanya menyarankan penggunaan membran cair dan mengisi bagian-bagian retakan beton, tapi tidak dengan waterproofing secara menyeluruh.

Menyiapkan Dinding yang Akan Diwaterproofing

Kalau memang dibutuhkan waterproof pada dinding atau bagian beton rumah, maka selanjutnya adalah mempersiapkan dinding tersebut. Dinding haruslah dalam kondisi baik dan bersih, beberapa step yang harus dilalui adalah proses:

  • Pendempulan: Dempul berfungsi untuk mengisi sambungan beton yang retak dengan skala kurang lebih 0,6 cm. Jenis dempul yang digunakan adalah polyurethane dengan kualitas yang baik.
  • Tambalan beton: jika retakan pada beton lebih dari 0,6 cm maka gunakan tambalan beton untuk mengisi celah tersebut.
  • Pengasah: beton yang sudah diisi mungkin akan punya permukaan yang kasar dan tidak rata. Oleh karena itu, kamu bisa melakukan pengasahan agar waterproofing bisa lekat dengan sempurna.

Menerapkan Teknik dalam Waterproofing

Cara Waterproofing Rumah Beton

Nah, selama waterproofing berlangsung, maka ada beberapa teknik yang bisa kamu pakai, di antaranya:

  • Menggunakan membran cair berbasis polymer yang bisa disemprot atau diaplikasikan dengan roller. Penggunaan cairan ini membuat proses lebih cepat dan hemat biaya.
  • Selain cairan, kamu juga bisa menggunakan lembaran membran perekat agar hasil lebih konsisten. Lembaran membran ini adalah aspal karet yang diletakkan di atas beton.
  • Lalu, terakhir yaitu menerapkan sistem finishing EIFS. EIFS sendiri menawarkan lapisan yang menarik, tahan lama, serta sederhana.
  • Teknik lain yang bisa digunakan adalah waterprofing bersemen. Semen merupakan komponen yang mudah diaduk, bisa didapatkan di toko bangunan, serta harganya juga relatif murah. Waterproofing bersemen ini bisa dipakai dengan mencampur semen dengan akrilik, lalu aplikasikan dengan tongkat (roller) panjang ke dinding atau area yang mau diwaterproof. Nah, kekurangannya, waterproof semen ini bisa retak setelah diaplikasikan dan tidak elastis.
  • Menggunakan campuran sodium bentonite. Penggunaan sodium bentonite ini juga disebut sebagai waterproofing ‘hijau’ karena tak menimbulkan polusi. Sodium ini sendiri merupakan tanah lempung yang mempunyai kelebihan bisa membuat lapisan licin dan sedikit kasar. Menggunakan sodium bentonite juga menghindarkan cairan rembes ke tanah.

Proses Finishing dan Detail Lain

Setelah melalui berbagai proses selama waterprofing, keberhasilan terakhir ditentukan oleh proses finishingnya. Finishing ini sendiri bergantung pada metode apa yang digunakan selama waterproofingnya. Selama proses finishing, pastikan saluran drainese berfungsi dengan baik.

Pada dasarnya proses waterprofing ini bisa dilakukan sendiri, karena tidak terlalu ribet –asalkan kamu mengikuti instruksinya dengan baik. Hanya saja, kalau memang tidak percaya diri dengan kemampuan yang kamu punya, maka gunakanlah jasa waterproofing professional yang memang cakap dalam mengurus masalah ini. Atau setidaknya kamu bisa berkonsultasi dengan kontraktor yang paham akan masalah waterprofing itu sendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *